Hidup Seperti Uap

Sesaat ku menyadari bahwa kesempatan ku hidup di dunia sudah tiga puluh lima tahun. Pencapaian dalam hidup pun masih banyak yang belum dapat tergapai. 
Suatu ketika aku berfikir bahwa pada satu hari yang sama akan ada beberapa kejadian menimpa kehidupan beberapa orang seperti saat seorang wanita melahirkan , sesesorang yang sedang persiapan untuk pernikahan , seseorang yang sedang patah hati , atau bahkan seseorang yang kehilangan orang yang dikasihinya selama - lamanya , atau hal lain nya di dalam kehidupan ini.

Kemudian aku melihat kembali kepada layar televisi, atau ke media sosial apakah yang menjadi patokan hidup ini supaya kita dapat dianggap menjadi seorang manusia yang berhasil atau sukses bahkan tidak menjadi keberhasilan atau kesuksesan sama sekali ?

Layar televisi atau media sosial mempertontonkan kesuksesan para selebriti, pengusaha, atau orang - orang yang berprestasi di bidangnya . Lantas , bagaimana dengan mereka yang tidak menapaki jalan seperti jalan mereka ? Apakah " mereka " menjadi tolak ukur sebuah kesuksesan ?

Segala sesuatu ada masa nya, dan segala yang ada di bawah matahari ini ada waktu nya. Ada waktu siang hari dan ada waktu malam hari. Bahkan, tidak sedikit manusia di bawah matahari ini tidak menunggu kapan datang nya siang , kapan datang nya malam , atau kapan datang nya hujan . Karena untuk sebagian orang tersebut pun , semua ada waktunya , atau bahkan hanya menjalani saja hidup yang sudah digariskan padanya. Tetapi, ada sekelompok orang yang ambisius di dalam hidupnya , untuk menantikan kapan terbit nya matahari , atau kapan berhentinya hujan ? 

Lalu, dengan kesibukan yang luar biasa di bawah matahari ini, semua manusia ingin mencapai kesuksesan dan keberhasilan menurut cara pandang mereka , menurut cara hidup mereka , atau menurut tolak ukur mereka. Dan , tidak sedikit memperdulikan apakah hal - hal yang telah dilakukan masih dalam jalur kebenaran hidup , kejujuran , atau bahkan norma - norma sosial yang baik. 

Kemudian, tanpa disadari waktu yang telah banyak dihabiskan untuk fokus terhadap pencapaian hidup, akhirnya tibalah "hari penentuan" . Hari itu adalah hari dimana kita menutup mata untuk selama - lamanya. Lalu, bagaimana dengan segala pencapaian hidup itu ? apakah dapat dibawa sampai ke bawah bumi ? jawabannya, tentu tidak. 

Hidup seperti uap. 

Tanpa bisa kita bawa segala keberhasilan dan kesuksesan dunia.

Hidup seperti uap.

Singkatnya hidup ini, tanpa kita tahu berapa lama kita dipercayakan oleh Sang Khalik, Sang Mahakuasa umur untuk hidup di dunia yang fana ini.

Lantas, pertanyaan tentang arti hidup kembali kita renungkan di setiap helaan nafas kita.

Hidup seperti uap, yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Comments